Hai, Brightees! Udah pertengahan tahun 2025, tapi awan gelap masih saja menyelubungi para pengidap Trombositemia Esensial, nih. Sebab, Thromboreduktin dan Hydroxyurea yang notabene obat utama penyakit ini masih langka.

Nah, kali ini saya akan berbagi kisah para pejuang pengidap Trombositemia Esensial yang berusaha bertahan hidup di tengah kelangkaan obat ini. Check this article out!

Baca juga: Ruam dan Trombositemia Esensial, Pasangan Romantis Bak Romeo dan Juliet

Hydroxyurea langka, bingung cari dimana

Sejak hydroxyurea langka, saya kerap berbagi artikel terkait pengalaman mati-matian mencari obat ini. Harapannya sih sesama penderita Trombositemia Esensial yang bernasib sama seperti saya bisa mengikuti tips untuk bisa membeli obat ini. Yah, meskipun pada akhirnya saya menemukan cara untuk membeli obat ini di negeri lain yang lebih ramah dari tanah air saya tercinta ini.

Suatu hari, seorang lelaki mengirimkan pesan Whatsapp dan memperkenalkan diri sebagai salah satu pengidap Trombositemia Esensial. Sudah dua bulan lamanya ia tak bisa membeli Thromboreduktin karena kosong di berbagai apotek. Beruntungnya, ia menemukan artikel di blog saya dan segera mengirimkan pesan untuk mencari tahu bagaimana saya mendapatkan obat.

Karena dua bulan tak meminum obat penurun trombosit, lelaki ini mengalami lonjakan jumlah trombosit. Kadar trombositnya mencapai 700 ribu, jauh di atas kadar normal. Bahaya gak, tuh? Ya bahaya banget, donk! Stroke, serangan jantung, bahkan kehilangan nyawa ancamannya. Serem, yes?

Setelah saling bertukar pengalaman mencari obat, akhirnya saya berbagi tips mendapatkan thromboreduktin. Tak lupa saya sarankan untuk stock obatnya sebanyak mungkin. Kalau stock duit banyak sih,mending stock obatnya segudang biar aman. Hahaha.

Baca juga: Jatuh Bangun Karena Hydroxyurea Langka, Harga Selangit Tak Ditanggung BPJS!

Terancam diberhentikan dari pekerjaan, gaswat!

Cerita lain datang dari lelaki muda yang mengirimkan pesan ke Whatsapp. Plus, kakak satu ini juga mengirimkan hasil uji lab darah dan gen JAK-2 yang dinyatakan positif. Baru saja divonis mengidap Trombositemia Esensial, kakak ini bingung karena obat yang diresepkan dokter tak bisa ditemukan dimana pun.

Kadar trombosit dalam darahnya menyentuh angka 600-an. Jumlah segitu membuatnya mendapat peringatan keras dari kantor. Jika dalam kurun waktu sebulan kadar trombositnya tak normal, maka ia segera diberhentikan dari pekerjaannya. Waw, kejam banget ini kantornya ya Allah!

Anyway, si kakak ini gak sengaja loh divonis mengidap Trombositemia Esensial. Ceritanya tuh ia mengikuti medical check up rutin dari kantornya. Tetiba keluar hasil yang menyatakan ada penyakit kelainan darah langka yang menggerayangi tubuhnya. So sad but true.

Ya udah, segera saja saya berbagi tips mendapatkan obat Thromboreduktin yang ia butuhkan. Saking pingin sembuh, si kakak berencana terbang ke tempat obat ini didapat biar gak nunggu lama. Ah, kalau saya mah tinggal nunggu kiriman paket aja, biar hemat! Tiket pesawat mihil kakak!  Hahaha.

Baca juga: Hydroxyurea Langka, Ini Akibatnya Bagi Pengidap Trombositemia Esensial

Demi sang ayah, berjuang karena hydroxyurea langka

Cerita terakhir datang dari seorang perempuan yang membaca artikel di blog saya. Ia meninggalkan komentar di salah satu artikel saya yang membahas penyakit Trombositemia Esensial.

Mbak satu ini mengisahkan bahwa ayahnya yang berusia sekira 80 tahun divonis mengidapTrombositemia Esensial. Sudah dua bulan lamanya sang ayah tak bisa minum obatHydroxyurea karena langka. Bahkan, dokter spesialis hematologi pun tak bisa berbuat banyak karena kelangkaan obat ini. Opsi terakhir adalah, ayahnya harus menjalani tindakan pembuangan darah untuk mengurangi kadar trombosit.

Bahkan, sang ayah kerap menangis karena merasakan sakit di kepala dan sesak nafas. I feel you pak, dulu saya juga begitu ketika kadar trombosit sudah menyentuh angka satu juta. Dan yes sesuai perkiraan saya, kadar trombosit sang ayah telah mencapai angka satu juta lebih. Hadududu serem!

Setelah mendapat tips beli obat Hydroxyurea, si mbak langsung borong sebanyak 300 butir untuk stock berbulan-bulan. Kagum sih sama si mbak yang berjuang segitunya untuk mencari kesembuhan bagi sang ayah. Semoga pahala berlimpah untukmu, mbak!

Yak, demikianlah segelintir kisah para pejuang hebat yang gak berhenti berjuang untuk mencari obat meski Hydroxyurea langka. Saya sungguh terharu jika artikel di blog saya bisa bermanfaat bagi sesama pengidap Trombositemia Esensial. Saya yakin banget di luar sana masih banyak para pejuang hebat yang juga terus berjuang mencari obat ini. Tetap semangat ya, brightees! Kamu tak sendiri, ada Allah SWT yang temani kamu jalani ujian hidup ini. Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan dan kemudahan lagi. Kamu punya pengalaman sama? Coba share, yuk!